Apa aku cinta
Atau ombak yang tak tahu jalan pulang ke samudera
Apa aku kasih
Atau usang yang tak mengerti arti hilang dan masih
Mungkin aku karang
Yang mati sebab ombak tak tahu jalan pulang
Mungkin aku hujan atau terik
Meranggas jati melapuk diri
Atau mungkin kau mengerti
Namun mengapa tak kau beri
Walau dalam lirih
Kan kau tahu diri ini menyanggupi
Kasih, iya kau kasih
Habis kelopak kupetik dalam perih
Untuk sekedar mencari arti
Hadirkah engkau atau aku di sini sendiri
Cinta, iya kau cinta
Kucoba mengerti arti diam tanpa kata
Mungkin masih, mungkin hilang tanpa tanda
Mungkin sedang kau beri jalan pulang ke samudera
Jakarta, 31 Mei 2014
riskaar
Showing posts with label 2014. Show all posts
Showing posts with label 2014. Show all posts
31 May 2014
12 March 2014
Revolusi dalam Sunyi
Revolusi dalam sunyi
Gencatan senjata tak lagi berarti
Lepas dari waru atau hati
Usaikan olehmu ucap menanti
Tak lagi kutelan janji
Di penantian ku kan menari
Jakarta, 12 Maret 2014
riskaar
11 March 2014
Untukmu, Setetes Air Mata
Ini untukmu
Setetes air mata
Ia ragu
Tapi tak terlalu lama
Lalu tertepis kalbu
Ini untukmu
Setetes lagi air mata
Ia tidak lari jauh
Hanya menepi rupanya
Namun saru
Ah, ini untukmu lagi
Setetes air mata
Indahkan olehmu hati
Pintanya
Tak jua tersita
Jakarta, 11 Maret 2014
riskaar
Setetes air mata
Ia ragu
Tapi tak terlalu lama
Lalu tertepis kalbu
Ini untukmu
Setetes lagi air mata
Ia tidak lari jauh
Hanya menepi rupanya
Namun saru
Ah, ini untukmu lagi
Setetes air mata
Indahkan olehmu hati
Pintanya
Tak jua tersita
Jakarta, 11 Maret 2014
riskaar
21 February 2014
Nira
Sampai aku pada cerita tak berawal
Tiada kawal
Berbisik nira padaku membual
Cukup bebal
Sampai aku pada cerita keruh kelabu
Ya, jatuh tersungkur mengejar waktu
Habis makamatku melaju
Kulontar tanya dalam peluh
Tuhan
Seperti apa harus ku berlawat?
Pekat, pekat
Dan aku mengharap jawab
Ini dimana kau bisa melihat
Aku serpihan baja berkarat
Di atas rindu mengudara berkilat
Namun tak kunjung sampai tepat
Sampai aku pada cerita tak berakhir
Mencoba tak memungkir
Masih aku di sini dan angin semilir
Melontar tanya terus berpikir, mengukir
Ternyata begini kejamnya nira
Setitik saja rusak seluruhan
Sejauh pandang ku tak mengira
Sedalam ini merasuk jiwa dan aku butuh Engkau, Tuhan
Jakarta, 21 Februari 2014
riskaar
Tiada kawal
Berbisik nira padaku membual
Cukup bebal
Sampai aku pada cerita keruh kelabu
Ya, jatuh tersungkur mengejar waktu
Habis makamatku melaju
Kulontar tanya dalam peluh
Tuhan
Seperti apa harus ku berlawat?
Pekat, pekat
Dan aku mengharap jawab
Ini dimana kau bisa melihat
Aku serpihan baja berkarat
Di atas rindu mengudara berkilat
Namun tak kunjung sampai tepat
Sampai aku pada cerita tak berakhir
Mencoba tak memungkir
Masih aku di sini dan angin semilir
Melontar tanya terus berpikir, mengukir
Ternyata begini kejamnya nira
Setitik saja rusak seluruhan
Sejauh pandang ku tak mengira
Sedalam ini merasuk jiwa dan aku butuh Engkau, Tuhan
Jakarta, 21 Februari 2014
riskaar
17 February 2014
Tergaris
Bila bulan bukan untuk bintang
Bila mentari bukan untuk awan
Aku terima jika kau berkata
Semu segala yang kupinta
Dan aku gila
Sepertimu
Berkata air wajahku
Tentang bulan dan mentari, sendu
Meradang asa dalam diri
Kadang pergi
Tapi
Siapa yang tahu mengapa kita di sini
Meniti masing-masing hari
Mengapa meragu tentang bulan dan mentari
Jika kau mengerti tentang yang sejati
Jakarta, 17 Februari 2014
riskaar
Bila mentari bukan untuk awan
Aku terima jika kau berkata
Semu segala yang kupinta
Dan aku gila
Sepertimu
Berkata air wajahku
Tentang bulan dan mentari, sendu
Meradang asa dalam diri
Kadang pergi
Tapi
Siapa yang tahu mengapa kita di sini
Meniti masing-masing hari
Mengapa meragu tentang bulan dan mentari
Jika kau mengerti tentang yang sejati
Jakarta, 17 Februari 2014
riskaar
Subscribe to:
Posts (Atom)