Kapankah angin mengejut kesunyian?
Hening mengejut jiwa?
Saat hamparan alam di muka
Bagaimana bisa angin mengejut kesunyian?
Hening mengejut raga?
Hanya aku yang bisa
Bagaimana bisa pisau tak mengejutku?
Dalamnya jarum tak merasuk?
Takkan ada yang bisa
Mengapa dapat ku berdiri tanpa tempat 'tuk berpijak?
Mengapa dapat ku selami samudera tak bernama?
Mengapa dapat ku gores tinta dalam erangan keheningan?
Jangan tanya,
Sekalipun kau angkat pisau ancam aku
Sama sekali sampai mati takkan ku tahu
Jakarta, 10 Oktober 2010
riskaar
10 October 2010
01 October 2010
Aku Bukan Bagian
Ruang kecil di muka sekolah
Ada peluh kutapak ubinnya
Tiada kawan aku meramu
Ini air mata tak tahu diri
Fakta hitam di sini berada
Alasan dimana berada
Apa perlu kurajam air mata?
Cari, cari tiada henti
Aku bukan bagian
Akan dan telah itu tersampai
Tapi itu yang putih
Tak perlu ia lari
Masih saja air mata tak tahu diri
Aku tak takut
Tahan aku pada semua
Tahan aku, pada semua
Jakarta, 1 Oktober 2010
riskaar
Ada peluh kutapak ubinnya
Tiada kawan aku meramu
Ini air mata tak tahu diri
Fakta hitam di sini berada
Alasan dimana berada
Apa perlu kurajam air mata?
Cari, cari tiada henti
Aku bukan bagian
Akan dan telah itu tersampai
Tapi itu yang putih
Tak perlu ia lari
Masih saja air mata tak tahu diri
Aku tak takut
Tahan aku pada semua
Tahan aku, pada semua
Jakarta, 1 Oktober 2010
riskaar
Subscribe to:
Posts (Atom)